Senin, 16 Desember 2013

Petualangan ke Pulau Ponelo

Kebanyakan orang pasti suka ya jalan-jalan. Ini cerita lama sih, tetapi baru ketemu file fotonya. Asyik sekali kalau bekerja sembari jalan-jalan kan? hehehe. Beberapa bulan yang lalu, aku dan beberapa teman kantor sedang melakukan pemantauan tentang suatu penyakit pada ternak khususnya sapi. Saat tahu daerah yang dituju adalah pulau, agak gimana gitu rasanya. Sudah sangat-sangat lama sekali tidak pernah naik yang namanya kapal laut. Terakhir naik kapal laut saat mau study tour ke Bali jaman SMA. Rombongan kami berangkat pagi hari untuk efektifitas waktu. Nama daerahnya Pulau Ponelo, dari Kota Gorontalo menuju ke Pelabuhan Kwandang memakan waktu sekitar 2jam. Sesampai di Pelabuhan, sudah bersandar kapal laut apa ya, lupa namanya. Sudah terbayang pasti seru dan enggak ada horor-horornya, secara kapalnya bagus dan daerahnya pun tidak terlalu jauh. Kami bergabung dengan petugas dinas setempat yang sudah tiba terlebih dahulu di pelabuhan. Mereka menjadi patner kami.

 Dan….ternyata aku salah besar temans. Lupakan berada diatas kapal laut seperti Kate winslet ya, karena ternyata kita naiknya perahu. Yess perahu kecil yang ada motor penggeraknya begitulah. Nah kalau yang ini, horor banget sodara-sodara. Perahu panjang dengan nakoda dibelakangnya yang bertugas mengoperasikan motor penggerak serta arah perahu tersebut. Tempat duduk penumpangnya berjajar kebelakang, satu perahu hanya menampung 5-6 orang plus nakodanya. Yang bikin horor itu dekatnya jarak duduk kita dengan lautan, tinggal mengulurkan tangan sudah bisa “obok-obok” lautan, dan goyang-goyangya itu loh menambah horor hehe. Untuk yang sudah terbiasa sih enggak masalah ya, aku?? sudah tidak pernah naik perahu, tidak bisa berenang pula, lengkap kan? Kynan nanti belajar renang ya nak...:p

Dikira naik yang ini :)

ternyata yang ini :)

Rombongan pertama sudah berangkat, ngeri sih lihatnya tapi saat naik sendiri ternyata tidak seperti yang dibayangkan. Ya memang goyang-goyang, apalagi keadaan mesin perahu belum dinyalakan, jadi bergoyang kekanan dan ke kiri mengikuti gelombang air laut. Setelah semua penumpang naik, ternyata tidak bisa langsung dinyalakan mesinnya. Perahunya harus didorong terlebih dahulu  agak menjauh dari dermaga, mencari kedalaman tertentu. Kata bapaknya takut baling-baling motor penggeraknya patah kalau terlalu dangkal. Saat mesin sudah menyala, mari kita nikmati perjalanan dan jangan mabuk laut ya hehehe.  Banyak terdapat pulau-pulau kecil disekitar sana, dikelilingi oleh tanaman bakau. Udara yang semilir, langit cerah, dan kami pun tidak lupa bernarsis ria. Itu penting ya?? Betul, penting sekali hehe.

Enjoy yaaa :)


hijaunya segerr..


narsis :)

Perahu tetangga :)
Sekitar 30 menit perjalanan, kami sampai di Pulau Ponelo. Dan perahu tidak bisa mendekat karena terlalu dangkal. Sehingga kita harus turun dan berjalan berlahan kearah daratan. Sungguh pengalaman pertama yang tak terlupakan. Perjalanan kami dilanjutkan dengan berjalan kaki, mengapa tidak memakai kendaraan? Sebentar lagi akan terjawab pertanyaan itu.


Pulau Ponelo tidak begitu besar, tidak tahu persis sih berapa luas dan jumlah penduduknya, trus kok tahu enggak besar? Ngarang ya? Ehm.. enggak juga, Cuma nebak saja hehe, soalnya saat kita datang, kita berada disebelah selatan pulau dan saat kita pulang nanti, kita pergi dari sebelah utara. Bayangkan! Berarti kita sudah jalan melintasi pulau kan? Dan itu tidak terlalu jauh, ya jauh sih tapi enggak yang sangat-sangat jauh lah pokoknya. Terus, kondisi jalanan yang rusak serta berbukit-bukit salah satu alasan tidak banyak dan hampir tidak ada kendaraan. Lebih save dengan berjalan kaki. Karena sepanjang di pulau itu, kita juga tidak bertemu dengan mobil satu pun. Motor sepertinya ada, tapi terparkir didepan rumah orang. Keren banget deh warga disini, serba terbatas tapi selalu enjoy dengan kehidupannya. Mereka terlihat gembira dan baik-baik saja. Ternak-ternak mereka juga terawat dengan baik. Keren kan. Oh ya disini katanya kalau mau sekolah tingkat SMA sederajat harus ke Gorontalo alias keluar pulau. Dan ternyata banyak loh yang bersekolah dijenjang SMA sederajat, aku bertemu beberapa anak-anak SMA sedang akan naik perahu. Saat ditanya, Apakah tidak jauh?? kata mereka enteng.. “kan dekat kak, tinggal jalan dari rumah dikit terus naik perahu 3000 rupiah sampai di gorontalo, naik perahunya juga sebentar kok”. *angkat jempol buat mereka.




baris yang rapi yaa,


semangat-semangat :)

Disana kami bertemu dengan beberapa kelompok peternak sapi di beberapa lokasi yang berbeda. Lumayan pegel dan gempor deh ini kaki, karena semua ditempuh dengan berjalan dengan medan yang cihuyy banget. Enaknya sih cuaca agak mendung, berjalan bersama teman-teman disertai “guyonan” tidak terasa. Setelah selesai semua pekerjaan, kita pulang menuju Utara pulau ini, karena apabila balik ketempat awal terlalu jauh, jadi PP dong lintas pulaunya J. Kembali menenteng sandal yang sudah sangat kotor menuju perahu, dilanjutkan duduk manis menikmati awan putih dudududu. Terlihat perahu tetangga tetap semangat bernarsis ria hehehe.

pulang.. :)

Narsis lagi :)

Ngapain sih di pulau? Ya.. kita mencari sapi-sapi yang ada di Gorontalo. Sebenarnya sampel sih, dan yang kena giliran salah satunya daerah Poneo Kab.Gorontalo Utara. Disana kita mengambil sampel darah sapi yang selanjutnya akan dites serumnya apakah si sapi terinfeksi virus BVD. Apa itu BVD? BVD singkatan dari Bovine Viral Diarrhea. Merupakan penyakit hewan ternak yang salah satunya bisa menyebabkan keguguran apabila sapi tersebut hamil, dan ini bisa menular ke manusia. Untuk lebih jelasnya nanya mbak Google saja ya, karena bukan bidang aku juga sih. Jadi cuma tahu sedikit *ngeles.
Alhamdulillah daerah tersebut aman dari virus ini. Semoga daerah lain di Indonesia juga demikian, amin. Alhamdulillah berkesempatan berkunjung ke Pulau Ponelo, semoga berkesempatan berkeliling Indonesia dan juga dunia hehehe amin J









22 komentar:

  1. serunyaaa...
    Jadi pengen juga nih Liburan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kerja plus plus = liburan mbak hehe

      Hapus
  2. Asyiknya berperahu spt itu... jadi pengen juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti mbak Reni pinter berenang ya? hehe

      Hapus
  3. Ah, ngeri banget virusnya bisa nular ke manusia! Kamu mesti hati-hati dong, Nov. Udah divaksin sebelumnya? *calon besan khawatir*
    Salut sama anak-anak SMA itu. Jadi tambah yakin, para pemimpin besar kelak pastinya bukan orang Jakarta, hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Cabes...So sweet banget deh :D
      Iya Dell, Alat Pelindung Dirinya harus diperhatikan, insya allah aman :)

      Hehe, semoga kelak jadi pemimpin yang amanah :)

      Hapus
  4. asyik tuh kayaknya, jadi pengen ikutan berpetualang.....hehehe...sayangnya saya takut kalau harus naik perahu, takut tenggelam soalnya gak bisa berenang hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbak, aku juga enggak bisa berenang hehe

      Hapus
  5. Senangnya bekerja sambil berjalan2 :D

    BalasHapus
  6. aku jarang jalan-jalan ke tempat seperti itu, asyik juga ya. siapa tau aku bisa kesana juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin, semoga suatu saat bisa ketemu di Gorontalo ya mbak :)

      Hapus
  7. ih,itu asik bangettt....kerennnnn,ada sapinya lagi ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau enggak ada sapinya, kita enggak jadi kesitu dong cin.. hihihi,

      Hapus
  8. hhmmm....aku kalo diminta naik perahu sprti itu, ndak berani kayanya mba xixiiii...seremmm *_*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, iya mbak tapi asyik loh ternyata :)

      Hapus
  9. wah, kalau aku pasti udah minta pelampung, hehehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, iya ya..kemarin kok kita enggak dikasih pelampung ya, lupa nanya juga :(

      Hapus
  10. enak ya kerja tapi jalan-jalan kaya liburan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, tapi jarang-jarang sih dan lebih capek tentunya :)

      Hapus
  11. pemandangannya bagus sepertinya ya...

    BalasHapus