Kamis, 22 September 2016

Wake Up....!!!

Halo halo assalamualaikum....
iya saya tahu, blognya nganggur lamaaaa sekali. Mulai jaman mual-mual yang akhirnya tidak ingin dan tidak tertarik ngetik kecuali kerjaan kantor ya, sampai sekarang yang alhamdulillah si nduk sudah masuk 4bulan. Cepet yaaa...

Perkenalkan anggota baru keluarga kami, putri kedua kami, alias si adek baby nya kakak Kynan.
Kyandra Iffi Areyana
21 Mei 2016
Lahir di Malang dengan BB 2,6 Kg dan panjang 48cm.
Semoga menjadi anak sholeha dan barokah kehidupannya, dimudahkan segalanya dunia dan akhirat, sayang keluarga dan masih banyak doa terbaik untuk adek, aminnn.

Apa kabar yang lainnya??
Sehat, baik alhamdulillah. masih di Gorontalo dan masih terus mendoakan semua mimpi-mimpi dan harapan untuk dijabah Allah SWT aminnn. Agak baper kalau ditanya beginian whahhaa

Saya masih kerja, kakak Kynan sudah masuk PAUD, sekolahnya sudah tiap hari. Awal-awal agak kaget dan mengeluh capek, karena sebelumnya sekolah masih masuk 3 hari dalam seminggu. Kasih semangat dan dorongan untuk rajin sekolah, sebenarnya kasihan juga tapi menurut saya menuruti kemauannya untuk tidak sekolah malah bukan tindakan yang bijak. Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada keluhan lagi, manajemen waktu dan istirahatnya dijaga semoga selalu bahagia ya nak dan ilmunya bermanfaat :).

Mau cerita tentang kelahiran adek Kya, tunggu postingan selanjutnya yaaa... 
Insya allah :)


Rabu, 27 April 2016

37 minggu

Apa rasanya??
Tentu dag dig dug yaaa, walau ini kehamilan kedua saya tetap lah ada rasa gimana gitu mempersiapkan kelahiran si debay,, pokoknya do the best, berdoa dan minta doa semuanya untuk dilancarkan proses kelahiran nanti amin..
Yanh membuat dag dig dug lagi itu sebenarnya keberadaan si ayah. Saya kayaknya lebih tenang dan tentram deh kalau suami yang nungguin pas proses persalinan, ya kalau misal mau ada adegan kekerasan kan biar bisa maklum hehee, rencananya si ayah akan datang pas mendekati hpl di bulan Mei, sekarang waktunya sounding si debay buat keluar pas ayah udah datang yaa nak, aminn.

Persiapan buat perlengkapan debay juga udah semakin banyak yang dicicil, walau rasanya kurang tapi ga jelas juga kurangnya apa hohooo. Takutnya nyetok sesuatu yang banyak malah ga kepakai kan mubadzir yaa, saya bukan tipe perencana yang bisa detail menulis apa-apa yang dibutuhkan gitu sih memang, seringnya malah mengandalkan tulisan orang dan tinggal nyontek hhee. Sudah mulai mempersiapkan tas yang mau dibawa cuzz ke RS kalau udah mules. Dan tentunya menyiapkan jiwa dan raga yaa. Alhamdulillah masih kuat melakukan pekerjaan rumah yang tentunya ringan yaa, jadi sekalian dianggap olahraga, eh tapi saya juga jalan pagi kok 15 menit sajaa hihii.

Minggu kemarin berat debay 2,4kg dan posisi bagus kata dokter gitu, dan saya sudah harus mulai kontrol per 2minggu sekali, berarti minggu depan bisa intipin debay lagii,, yeayy.
Doain kami sehat selalu yaa dan lancar sampai kelahiran nanti aminnn.

Kamis, 07 April 2016

Seminggu lagi

Insya allah.... seminggu lagi saya pulang kampung yeayyy... cuti puanjang, 3 bulan. Yaaa karena mau cuti lahiran sih hihiii. Semoga dimudahkan segala yang harus disiapkan, sabar menjalani dan di mudahkan pula nanti proses melahirkannya amin...

Kerjaan belum selesai tapi semangat menyelesaikan kok ya tidak membara ini gimana toh yaaaa, supaya tidak kepikiran kan, packing juga belum nyicil haduh.. rasanya campur aduk di otak (dan tidak mungkin selesai sendiri tanpa dikerjain huks....).

Kerjaannya nonton online shop buat blanja-blanja hehhee, plus mau nge-list mau kuliner apa nanti di Malang asikkkk,,, plus kepikiran ibu yang lagi recovery..semoga cepat pulih ya buk.. dan sehat selalu, apalagi mau melahirkan gini, rasanya kangen banget sama semua keribetan yang ibuk lakukan hehhee. Semoga selalu diberikan kesehatan bagi kita semua yaaa, amin.

Okelah saya mau menyelesaikan kerja yang tertunda, plus intip-intip harga clodi hihihiii, doain tidak kalap. 

Selasa, 15 Maret 2016

Rewel ohh Rewel....

Hari ini saya melow...
Ya hampir tiap hari sih sebenarnya hihiii

Seringnya dari pagi bangun tidur, Kynan itu rewel.... maklum saja, biasanya karena saya tidak ada di kamar atau tidak menyambut pagi hari saat dia bangun tidur, jadinya teriak marah cari bunda, dan bundanya diminta boboan lagi disampingnya. Saya paham, mungkin Kynan ingin saat dia bangun saya masih disampingnya, masih bisa bermanja-manja dan lain-lain. Namun kenyataannya si bunda sudah berpacu dengan jam, dan memikirkan kabar mesin absen di kantor dududuu. 

Pagi ini, saya mencoba strategi baru, bangun lebih dipagikan, mengerjakan ini ituu, cuci piring dan memasak menu-menu cepat saja. Intinya saya ingin pekerjaan selesai sebelum Kynan bangun. Berhasil, sebelum jam6 pagi sudah selesai semua, saya bisa boboan cantik (lagi) disebelah Kynan. Awalnya indah ya, saat bangun tanpa drama namun setelah beberapa saat pertanyaan yang saya hindari terucap oleh Kynan,
"Bunda...hari ini tante masuk??"..... tante adalah tante pengasuhnya
Kalau saya jawab iya, pasti langsung nangis jejeritan, karena Kynan tahu berarti kalau ada tante saya akan berangkat kerja. Tapi saya juga tidak bisa menjawab "tidak masuk", ingin dunia persilatan damai saya hanya jawab,," nanti kita lihat yaaa....."
Pas keluar kamar ternyata Kynan bertanya ke ayahnya, dengan pertanyaan yang sama dan ayahnya menjawab "iya masuk...." 

jederrrr.....
Langsung nangis ga karuan, welcome to rewel......
Saat sudah undercontrol, saya coba tanyakan kenapa tidak mau dengan tante, dsb,dsb.... biasanya Kynan akan menjawab ingin pergi ke kantornya bunda (baca : mainan laptop),, sebelum menjawab saya bilang ke Kynan, nanti kapan-kapan kalau sudah tidak sibuk, bunda akan ajak Kynan ke kantor. Ternyata respon Kynan lain.

"Kynan tidak mau ke kantornya bunda, Kynan mau bunda di rumah saja,,,, huhuuuuu saya melow...."
Saya coba jelaskan kenapa bunda bekerja dan sebagainya, kenapa Kynan harus bersama tante terlebih dahulu, tadi sih dia (sepertinya) mengerti karena dramanya juga berakhir...saya kerja pun sudah boleh lagi. 

Liku-liku seorang ibu pekerja yaaa,, ihiihiii.
Saya hanya berprinsip, kualitas lebih baik dari kuantitas. Intinya saya lebih memilih memiliki waktu yang berkualitas untuk Kynan. Semoga saya bisa memberikan waktu yang berkualitas. Hanya bisa berdoa semoga apa yang saya pilih dan jalani adalah yang terbaik untuk semuanya terutama untuk Kynan, masih belajar juga untuk menjadi ibu yang baik, istri yang cantik nan soleha dan anak yang berbakti, amin. Semoga selalu dikuatkan dan dimudahkan oleh-Nya...aminnnn


screenshot lama instagram saya.... :)


Jumat, 04 Maret 2016

Ke dokter gigi

Rasanya suka ngiri sih sama buibu blogger yang pas hamilnya ga terkena syndrom males buka blog whahhaa. Kalau untuk baca dan "kepo" sama blog-blog sih masih yaa, tapi buat buka blog sendiri, ngedraf atau langsung cerita aduhhhh malesnya yang menang. Dan mumpung lagi ingin cerita plus beberes blog mari laksanakan.

Baca kanan kiri artikel dan baca pengalaman orang, memang kebanyakan anak-anak maupun orang dewasa (baca : ayah Kynan) takut dengan dokter gigi. Dengan berbagai alasan, ada yang trauma, ada yang udah parno duluan dan masih banyak lagi. Kalau saya pribadi dari kecil sudah sangat sering visit ke dokter gigi, kenapa?? ya karena gigi saya banyak lubangnya soadaraaa plus sering sakit gigi hahahaa. Alhamdulillahnya saya ga pernah trauma, malah dulu waktu SD, saya sering berangkat ke puskesmas untuk cabut gigi susu yang sudah goyang. Jadi tidak ada ceritanya ada acara gigi susu tanggal sendiri dan kerennya berani loh berangkat ke puskesmas sendiri berbekal buku berobat dari sekolah jadi gratis deh. Jaman dulu yaa, rasanya jauh banget sama drama penculikan anak-anak, jadi ortu juga boleh-bolehin saja berangkat sendiri apalagi jaraknya juga tidak terlalu jauh.

Beda saya si ayah. Giginya sudah bagus, tidak ada yang bolong, dari kecil tidak suka makanan manis, dan kayaknya sih rajin banget gosok gigi pokoknya intinya beliau tidak pernah bermasalah dengan giginya. Jarang banget datang ke dokter gigi, dan akhirnya si ayah sekarang malah takut agak gimana gitu kalau diajak ke dokter gigi hahaha.

Kesimpulan dari kami sih sebenarnya takut itu kebanyakan ya karena kita tidak kenal saja, walau masih ada faktor lain yaa. Kami tidak mau sih semua berulang pada Kynan, ya sakitnya ataupun takutnya. Dari beberapa artikel juga disarankan saat mengenalkan anak ke dokter gigi itu jangan saat anak sudah sakit gigi. Pasti bayangan anak akan lebih menakutkan, sudah giginya sakit, diberi tindakan tambah sakit deh.

Akhirnya kemarin kami jadi juga mengajak Kynan ke dokter gigi, sekalian si ayah juga hihii. Yeayyy dan alhamdulillah tanpa drama, mau duduk sendiri di kursi periksa, dan kooperatif sekali sama om dokternya :D. 

Ada beberapa teman yang bertanya bagaimana cara kami mengajak Kynan ke dokter gigi, sampai si Kynannya mau. Beberapa cara ini mungkin bisa dilakukan yaa,,
1. Mengenalkan dengan buku, Kami lebih suka memberi contoh tindakan dari cerita di buku, bacain saja bukunya, mendongeng dan pasti merasa menyenangkan kan? terus di akhir cerita saya tanya "Kynan mau ke dokter gigi?" kalau mau langsung bertanya kapan? tapi jangan langsung diajak yaa, beri jeda waktu dan tanyakan lagi, apabila menerima jawaban konstan yaitu mau, baru bisa dicoba.
2. Beri pengertian pentingnya periksa gigi, kadang memang seperti tidak didengarkan tapi sebenarnya mereka mendengar kok dan memahami.
3. Cari dokter yang ramah anak, 
4. Saya sempat bertanya kepada Kynan, maunya om dokter apa tante dokter? Dasar anak cewek genit yaaa, langsung dijawab om dokter saja hihiii. Jadi kami datangnya ke dokter gigi laki-laki deh :D.


om dokter
Apalagi yaa :D, ya semoga gigi Kynan selalu sehat dan selalu rajin menjaga dan merawat giginya, supaya tidak seperti bundonya ini hohoooo. Semoga setelah menerima wejangan dari om dokter Kynan jadi tidak malas sikat gigi kalau malam yaa. 

Percakapan setelah pulang dari dokter gigi :
Bunda  : Kynan suka ke dokter gigi? sakit ga tadi?
Kynan : Suka.. engga sakit, tapi om dokternya salah!!
Bunda : Salah?? salah kenapa?
Kynan : Kata om dokter tadi "adek pinter ya", kan ini sudah kakak, kakak Kynan, bukan adek!!
Bunda : ohhhh... iya kak, mungkin om dokter belum tahu, (ngakak deh.....)

senyum sebelum diperiksa giginya hihiii...