Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Maret 2015

Kopdar Manis

Halo - halo....
Setelah liburan panjang dan mudik, langsung bertemu dengan segudang kerjaan hihii. Alhamdulillah kan yaaaa :D

Baru sempat pindah-pindah foto dan baru sempet nge-draf hupf keburu lupa dan basi ceritanya :p. Yang selalu dinanti dan didamba dari suatu hubungan itu adalah pertemuan kan ya, sama dengan blogger, pertemuan atau kopdar itu sangat-sangatlah istimewa. Apalagi blogger sekelas saya, jarang posting, jarang aktif di sosmed, tinggalnya jauh, yaa gak ngetop lah ya, bersyukur sih masih punya banyak teman. Kali ini saya janjian ketemu sama Blogger manis dari Kediri yang lagi menuntut ilmu di Malang. Siapa dia????? Ya benar....  nama topnya Silviana Apple.
Awalnya saya yang pengumuman kalau mau mudik dan liburan. Berbulan-bulan sebelum mudiknya terlaksana, saya sudah merencanakan kopdar sama Silvi, alhamdulillah kesampaian. 

Kita janjian di Ling Ling fruitbar, sudah pernah juga di review sama Silvi, coba deh cek ricek di blognya, kenapa disana? karena ya memang saya penasaran. Banyak banget teman-teman yang cerita tentang di Ling Ling, belum lagi setelah baca review dari Silvi, tambah kepikiran dong. Kita janjian jam 11.00 wib dan ternyata tempatnya belum buka. Sambil ber-WA sama Silvi, untuk menentukan kelanjutan tempat ketemuan kita, pindah atau nunggu (yang artinya panas, bawa Kynan yang udah rewel minta es). Kalau pindah, gagal dong ya saya nyobain si Es Lingling ini huhuhuuu. Akhirnya saat ada salah satu pelayannya keluar (demi untuk memenuhi hasrat sang istri), si ayah nanya jam buka dan minta ijin duduk nunggu walau tempatnya belum buka. Dannnn ternyata diijinkan yeayy, artinya saya tidak harus berdiri dipinggir jalan nunggu kan yaa whahaha. Semua beres dan ngabarin Silvi lagi untuk meluncur. Ternyata setelah kami, banyak juga yang nunggu :p

Dan akhirnya Silvi datang yeahhhh... bersama seseorang yang sering dia ceritain. Yes !! his name is Ilham hihiiii. Awalnya sempet takut bingung saja, mau ngobrol apa nantinya, pertama kali bertemu dan ternyata seru yaaa, ngobrolnya juga ga tahu apa pokoknya ngalirrr :). Apalagi baru tahu kalau Ilham dan ayah sama-sama berasal dari Probolinggo, jadi ya silahkan deh sana ngobrol sendiri, kita mau rumpi juga :p.

Silvi...lagi ngobrol apa ya kita ini? lupa hihiii
si om ini....Asyik ngobrol sama ayah mulu,..!! 
Silvi seperti di foto dan penampakan di blognya, terlihat pendiam dan santai, tapi ga pendiem juga sih, kayaknya ada saja ya bahan obrolan, dari cerita kuliah, teman sesama blogger, dan ribetnya ngurusin Kynan. Seru yaa, sayangnya kita tidak bisa lama. Silvi keburu kembali ke kampus dan kita juga mau nerusin jalan-jalannya. Oh ya Kynan dapat hadiah buku dari Tante mbak Silvi, makasih ya mbak, walaupun belum bisa baca, tapi Kynan jago kok akting bisa bacanya hahaha. Semoga lain kali kita bisa bertemu lagi yaaa. 

Tak lupa kami pepotoan dulu, karena ini bukan hoax hohoho. Indahnya nge-blog, bertemu teman,sahabat, sodara baru :D

Cheers... ihh kynan ihh
yeayyy, kopdar....

Menu Ling Ling Fruit Bar yang bikin penasaran, lupa nama lengkapnya ama, tapi esnya dibentuk kayak sajian mie ramen gitu hihii lucu dan kreatif yaa. Serunya di Ling Ling, kuah esnya dari juice buah, dan yang ini jus buah semangka diisi dengan potongan segala buah plus jelli lucu-lucu. Yang kedua adalah pesanan ayah. Berhubung kami bingung dengan banyaknya pilihan, biasanya kami akan memilih yang spesial saja, nama panjang judul makanannya juga lupa lagi duhhh maap yaaa, yang jelas dari juice buah sirsak yang lembut sekali. Kayak di salju wahahaa, trus warnanya bagus karena buahnya warna-warni, segerrr lihatnya. Satu lagi kita pesan Mochi durian, iya saya lagi jadi penggemar mochi hohhooo.

(es) mie ramen....

spesial Ling Ling, 

Mochi durian...doyan sayaaa :p

Tandas....
Semoga lain waktu bisa mampir lagi ya Ling Ling Fruit Bar :)


Jumat, 22 Agustus 2014

RM. Li'Mami : Membeli Kenangan

Alahhh judulnya so sweet banget kan yaa?
Yup... saya sedang bernostalgia nih. Entah kenapa tetiba ingin pergi berdua sama si ayah hihihi. Yaa nge-date gitu deh. Lah Kynan?? Kalau dititipin di tante pengasuh saya suka tidak tega, jadi kami mencari waktu pas jam makan siang untuk pergi berdua.

Meluncurlah kami ke warung makan tempat kami dulu nge-date, ciehhhh.... 
Jangan membayangkan tempatnya yang sekelas kafe-kafe gitu ya, duluuu baru-baru terangkat pegawai belum cukuplah gajinya buat ngafe whahaha.
Memang kita nge-datenya suka di warung makan saja, yang ramah dikantong tentunya. Selain bisa ngobrol lama sekalian isi perut, maklum anak kos yang tidak pintar memasak pula. Namanya Rumah Makan Li'Mami tapi kami menyebut "Rumah Makan Aneh", karena selalu aneh kalau memberi harga hehehe. Kadang murah kadang lumayan agak mahal dari biasanya. Warung makan ini hanya berada di teras depan rumah yang dibuat sedemikian rumah dengan atap dan dinding papan kayu. Teras yang begitu besar masih dibagi tiga bagian warung yang berbeda. Kedai Minuman, Warung Coto Makassar dan RM. Li'Mami makanan khas Gorontalo. Saya dan ayah Kynan cocok dengan masakan dari warung ini, padahal sering tidak cocok dengan masakan Gorontalo. Ada menu andalan favorit kami, Sayur tumis bunga pepaya, Ikan Oci bakar dan sambal dabu-dabu. Menunya biasa saja tapi rasanya enak banget menurut kami. Banyak kenangan di warung tersebut, karena ya kita sering makan disitu plus ibu penjual yang ramah :). Harga yang lumayan murah sekitar 10.000-12.000 saja, warung makan ini menjadi idola kita para pemuda-pemudi penghuni kos dan para mahasiswa hihi.

Matoduwolo, artinya Mempersilahkan gitu kalo gak salah :p

Silahkan pilih..
Setelah menikah dan masak sendiri, jadi agak jarang kunjungan ke RM. Li'Mami. Apalagi sudah ada Kynan, karena makanan yang cenderung pedas dan tidak cocok untuk usia kynan, kita jadi agak melupakan Li'Mami ini. Namun tadi siang kita kesana dan......

Kaget lah kami, RM.Li'Mami sudah sangat-sangat berubah. Lokasinya pindah tidak jauh dari tempat awalnya. Yang bikin haru, Rumah Makannya menjadi besar dan berdiri sendiri. Bangunan yang nyaman, dinding dari ornamen anyaman bambu, sirkulasi udara yang bagus, pokoknya menjadi nyaman menurut kita. Pegawainya banyak dan ibu penjual pun sekarang duduk manis di kasir. Padahal dulu tidak ada pegawai loh. Saya ikut senang dan terharu, rasanya seperti mengikuti sejarah kebangkitan RM. Li'Mami hehehe. Sistemnya juga berbeda, sekarang sistemnya prasmanan, selesai makan baru bayar jadi kejujuran pembeli penting ya kalau sistem seperti ini. Terus...yang mencolok adalah tamunya, sekarang sudah banyak pegawai kantoran dan para bos mungkin ya, soalnya saya cuma lihat dari penampilan dan parkiran saja hehehe, harusnya tidak boleh kan ya?? Maaf khilaf :)

Aduh itu pipi apa bakpao????? Maaf ya lupa foto makanannya :p

Trus..trus.. nge-datenya gimana?
Ya kita menikmati makanan yang kami rindukan tentunya. Plus sibuk ngomongin RM. Li'Mami yang semakin top markotop, salut dan kagum. Dan sepertinya kita salah satu pemasok devisa tertinggi serta salah satu saksi hidup perjalanan RM. Li'Mami hehehe. Alhamdulillah kembali ke kantor dengan hati dan perut yang kenyang, alhamdulillah. Kalau teman-teman pasti punya tempat kenangan kan?? Cerita dong :)


Alhamdulillah.... Kenyang :D

Selasa, 18 Maret 2014

Oleh-oleh Makassar : Mantao Pare

Saat pulang dari bepergian, kurang lengkap rasanya tanpa membawa buah tangan untuk yang yang di rumah. Bisa berbentuk pernak-pernik yang menarik ataupun makanan khas dari daerah yang dikunjungi. Beberapa minggu kemarin giliran aku yang harus ber"oleh-oleh" ria. Sebenarnya bingung juga saat datang ke toko oleh-oleh di Makassar, rasanya semuanya ada di Gorontalo. Dan rata-rata sudah pernah mencicipi, ya bagaimana tidak di kantor memang banyak yang berasal dari Makassar hehe. Sampai aku melihat roti Mantao Pare. Penasaran sih, karena kue ini jarang dibawa oleh teman-teman, akhirnya saya membeli beberapa Mantao Pare untuk oleh-oleh.

Mantao Pare boleh langsung dimakan, tapi aku suka digoreng :)

Salah satu oleh-oleh dari Makassar yaitu Mantao Pare, sebenarnya ini oleh-oleh khas dari daerah Pare-pare namun sekarang sudah bisa didapatkan di Kota Makassar. Menurutku Mantao ini menarik, hampir sama dengan roti, terbuat dari terigu namun warna dan bentuknya menyerupai bakpao yang dibungkus plastik. Mantao Pare dapat dimakan langsung sambil minum teh atau kopi, namun lebih lezat apabila digoreng atau dikukus terlebih dahulu. Dan aku baru tahu (jadi belum nyoba) kata temanku Mantao juga enak dimakan dengan keju, selai, coklat, atau yang lainnya sesuai selera. 

Aku mencoba mengolah Mantao dengan digoreng dan dikukus saja. Enak menurutku... Gurih, tidak terlalu manis. Saat digoreng gunakan api kecil, aku memotong sebesar "tempe" goreng supaya renyah sampai dalam. Goreng hingga kecoklatan. Rasanya gurih dan kriuk, enak...

Aku juga mencoba Mantao Kukus, mirip dengan bakpao tapi berukuran kecil hehehe. Namun karena Mantao bukan bakpao jadi tentunya tetap berbeda. Saat dikukus, Mantao menjadi sangat lembut, empuk, enak pokoknya, mirip marsmellow (ehh gitu kah tulisannya? hihi ) tapi versi hangat ya.. Cocok sekali untuk menemani nge-teh di sore atau pagi hari. 

Mantao digoreng :)

Mantao Kukus :)

Kebetulan yang aku beli yaitu Mantao Pare produksi Sinar Terang. Sebenarnya toko ini berada di Pare-pare sana, namun sejak September 2012 sudah membuka toko di kota Makassar. Selain itu Mantao Pare Sinar Terang juga sudah banyak tersebar di toko-toko oleh-oleh sekitar Makassar. Harganya juga cukup terjangkau. Satu bungkus mika berisi 9 potong Mantao seharga 22.000. Jika berkunjung ke Makassar boleh dicoba Mantao Pare untuk oleh-oleh. Mudah diolah, dan unik pastinya :)


 







Selasa, 17 Desember 2013

Kreatif dan Smart ala Mak Siti




Saat  aku melihat poster ini disebuah warung makan dekat kantor, kata pertama yang terlintas adalah Kreatif dan Smart. Yup.. Penjual makanan khas Jawa bernama Mak Siti  ini, menurutku sangat kreatif dan smart dalam mempromosikan dagangannya. Idenya kreatif, makan gratis untuk ibu hamil ini berlaku untuk makan ditempat, dan biasanya kan jarang banget ibu hamil pergi sendirian, setidaknya akan pergi bersama suami, jadi lumayan kan dapat rejeki dari suami ibu tadi dan dapat rejeki dari yang Kuasa hehehe. Smart dalam memilih pangsa pasar. Ibu mana coba yang enggak suka gratisan??, pasti ibu hamil pun suka kan? ini akan menarik konsumen dan berharap warung akan ramai dengan anggota keluarga lain yang tidak hamil. Apalagi orang hamil itu sedikit-sedikit ingin ini dan itu, dan masakan Mak Siti ini pasti bikin para bumil ngidam hahaha. Karena unik, promosi mulut ke mulut pun akan tersebar dengan sendirinya. Contohnya aku, aku sudah bercerita ke teman-teman kantor. Akhirnya yang lagi hamil penasaran, yang enggak hamil juga ikut penasaran hehehe. Kretif dan Smart kan Mak Siti ini :).

*Aku iseng bertanya kepada Mak Siti, ternyata selain untuk promosi ini juga dimaksudkan untuk beramal,  bertepatan dengan anak Mak Siti yang lagi hamil hehehe.








Jumat, 06 Desember 2013

Lunch :Sate Tuna Gorontalo


Gorontalo merupakan salah satu daerah yang dekat dengan laut. Sehingga banyak tersedia ikan-ikan segar yang bisa dibeli di pelelangan ikan ataupun langsung dari nelayannya. Jadi memang betul-betul segar, dan insya allah enggak pakai formalin dan teman-temannya :). Kebanyakan dalam partai besar, jadi aku termasuk jarang membeli disana, kecuali saat ada acara atau memang sengaja mau stock ikan untuk beberapa hari. Kalau aku pribadi, untuk ikan lebih suka yang segar, kalaupun mau nyetok paling lama untuk 3hari. Masyarakat disini memang suka dengan ikan segar jadi banyak Opa-opa tukang ikan yang berlalu lalang di depan rumah, di jalan juga banyak yang menggelar meja untuk jualan ikan segar. Jadi walaupun enggak nyetok pun saat pulang kerja bisa mampir di lapak mereka.

Salah satu olahan ikan segar, yang nge-trend disini adalah sate tuna. Aku sebenarnya enggak tertarik mencoba, kayaknya sih biasa saja. Paling juga rasanya begitu saja. Sampai salah satu teman kantor yang mau nraktir makan siang mengajak makan sate tuna. Langsung deh aku tertarik, kenapa??? yup betul karena ditraktirrrr hahahaha,
Dan ternyata sodara-sodara.....
Sate Tuna ituuuu... enak banget, pakai sekali huhuhu, nyesel enggak dari dulu tahunya. 
Kita makan di Rumah Makan Ratu, tempatnya dekat dengan laut, seberang jalannya udah laut begitu lah. Terus kita pesan Sate Tuna komplit. Menunya Sate Tuna, Cah kangkung, sambal roa dan nasi putih. Nikmat sekali, sambil menikmati hidangan, ngerumpi dan hembusan angin laut yang sepoi-sepoi. Bayangkan.... pasti ingin juga kan?? :)


Cah Kangkung ala Gorontalo, banyak batangnya :)


Sate Tuna... awas kehabisan :)


Sambal Roa.. nendang pedasnyaaaa..

Cah Kangkung ala Gorontalo itu banyak sekali batangnya, padahal aku suka daunnya. Tapi tetap enak kok. Terus makan satenya dicampur dengan sambal roa yang dicampur kecap sendiri. Ini optional sih.. karena orang sini itu suka sekali pedas, jadi kalau enggak dicampur kecap pedesss banget. Sambal Roa itu sebenarnya sambal biasa, tapi diberi campuran ikan roa yang sudah diasap dan ditumbuk halus. Juara pokoknya sambalnya itu. 

Marii Makan :)

Ini laut seberang jalan rumah makannya,

Teruss... karena aku emak yang sayang keluarga ya.. tiap makan enak terbayang deh wajah para soulmate tercintaku di rumah. Akhirnya aku bungkus kan sate tunanya itu. Eh.. mahal ternyata pemirsa.. (Emak pelitt..). Satu tusuk Sate Tuna harganya Rp. 3000,- dan satu tusuk itu isinya tiga potong irisan dadu ikan tuna. Behhh... mahal kan?? Kalau sate ayam dan sate kambing mah lewat harganya hehehe. Apalagi aku bisa loh habis 10 tusuk wahahaha. Jadi... setelah merasakan enaknya sate tuna itu.. aku dan ayah berencana mencoba membuat sendiri. Bumbunya? bumbu nekat hihihiii... Ehhh enggak kalah enak loh ternyata. Enggak susah juga membuatnya, mungkin memang dasarnya Ikan tuna udah enak ya.. jadi bumbu nekat pun masih terasa enaknya. Lumayan selisih harganya dengan memasak sendiri, hemat dan puas mau makan berapa tusuknya hihihi. Kynan juga doyan. Alhamdulillah :). Yang belum pernah nyoba itu bikin sambal roanya hihihi.

Resep Nekat Sate Tuna ala Anak Rantau :
- Potong daging ikan tuna berbentuk dadu
- Lumuri dengan air campuran garam dan bawang putih yang dihaluskan 
- Tusuk berjajar potongan ikan tuna pada tusuk sate
- Diamkan beberapa menit, aku cuma 5menit
- Panggang diatas api, sambil sesekali dibaluri campuran minyak goreng yang ada garamnya dikitt..

*Setahu aku, kalau orang sini, proses membakarnya dengan menggunakan batok kelapa, jadi aromanya beda dan harum sekali, kemudian saat membakar dibaluri dengan minyak kelapa/minyak kampung. Minyak ini adalah minyak kelapa murni yang dibuat tradisional disini, jadi rasanya semakin khas dan nikmat.

Tapi... Resep Nekat ala Anak Rantau juga lumayan kok hehehehe. 

siap mau dibakar :) 

bakarnya diatas kompor saja praktis *emak males :p

yummy... Sate Tuna ala Anak Rantau :)