Tampilkan postingan dengan label Makanan Gorontalo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan Gorontalo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Agustus 2014

RM. Li'Mami : Membeli Kenangan

Alahhh judulnya so sweet banget kan yaa?
Yup... saya sedang bernostalgia nih. Entah kenapa tetiba ingin pergi berdua sama si ayah hihihi. Yaa nge-date gitu deh. Lah Kynan?? Kalau dititipin di tante pengasuh saya suka tidak tega, jadi kami mencari waktu pas jam makan siang untuk pergi berdua.

Meluncurlah kami ke warung makan tempat kami dulu nge-date, ciehhhh.... 
Jangan membayangkan tempatnya yang sekelas kafe-kafe gitu ya, duluuu baru-baru terangkat pegawai belum cukuplah gajinya buat ngafe whahaha.
Memang kita nge-datenya suka di warung makan saja, yang ramah dikantong tentunya. Selain bisa ngobrol lama sekalian isi perut, maklum anak kos yang tidak pintar memasak pula. Namanya Rumah Makan Li'Mami tapi kami menyebut "Rumah Makan Aneh", karena selalu aneh kalau memberi harga hehehe. Kadang murah kadang lumayan agak mahal dari biasanya. Warung makan ini hanya berada di teras depan rumah yang dibuat sedemikian rumah dengan atap dan dinding papan kayu. Teras yang begitu besar masih dibagi tiga bagian warung yang berbeda. Kedai Minuman, Warung Coto Makassar dan RM. Li'Mami makanan khas Gorontalo. Saya dan ayah Kynan cocok dengan masakan dari warung ini, padahal sering tidak cocok dengan masakan Gorontalo. Ada menu andalan favorit kami, Sayur tumis bunga pepaya, Ikan Oci bakar dan sambal dabu-dabu. Menunya biasa saja tapi rasanya enak banget menurut kami. Banyak kenangan di warung tersebut, karena ya kita sering makan disitu plus ibu penjual yang ramah :). Harga yang lumayan murah sekitar 10.000-12.000 saja, warung makan ini menjadi idola kita para pemuda-pemudi penghuni kos dan para mahasiswa hihi.

Matoduwolo, artinya Mempersilahkan gitu kalo gak salah :p

Silahkan pilih..
Setelah menikah dan masak sendiri, jadi agak jarang kunjungan ke RM. Li'Mami. Apalagi sudah ada Kynan, karena makanan yang cenderung pedas dan tidak cocok untuk usia kynan, kita jadi agak melupakan Li'Mami ini. Namun tadi siang kita kesana dan......

Kaget lah kami, RM.Li'Mami sudah sangat-sangat berubah. Lokasinya pindah tidak jauh dari tempat awalnya. Yang bikin haru, Rumah Makannya menjadi besar dan berdiri sendiri. Bangunan yang nyaman, dinding dari ornamen anyaman bambu, sirkulasi udara yang bagus, pokoknya menjadi nyaman menurut kita. Pegawainya banyak dan ibu penjual pun sekarang duduk manis di kasir. Padahal dulu tidak ada pegawai loh. Saya ikut senang dan terharu, rasanya seperti mengikuti sejarah kebangkitan RM. Li'Mami hehehe. Sistemnya juga berbeda, sekarang sistemnya prasmanan, selesai makan baru bayar jadi kejujuran pembeli penting ya kalau sistem seperti ini. Terus...yang mencolok adalah tamunya, sekarang sudah banyak pegawai kantoran dan para bos mungkin ya, soalnya saya cuma lihat dari penampilan dan parkiran saja hehehe, harusnya tidak boleh kan ya?? Maaf khilaf :)

Aduh itu pipi apa bakpao????? Maaf ya lupa foto makanannya :p

Trus..trus.. nge-datenya gimana?
Ya kita menikmati makanan yang kami rindukan tentunya. Plus sibuk ngomongin RM. Li'Mami yang semakin top markotop, salut dan kagum. Dan sepertinya kita salah satu pemasok devisa tertinggi serta salah satu saksi hidup perjalanan RM. Li'Mami hehehe. Alhamdulillah kembali ke kantor dengan hati dan perut yang kenyang, alhamdulillah. Kalau teman-teman pasti punya tempat kenangan kan?? Cerita dong :)


Alhamdulillah.... Kenyang :D

Jumat, 06 Desember 2013

Lunch :Sate Tuna Gorontalo


Gorontalo merupakan salah satu daerah yang dekat dengan laut. Sehingga banyak tersedia ikan-ikan segar yang bisa dibeli di pelelangan ikan ataupun langsung dari nelayannya. Jadi memang betul-betul segar, dan insya allah enggak pakai formalin dan teman-temannya :). Kebanyakan dalam partai besar, jadi aku termasuk jarang membeli disana, kecuali saat ada acara atau memang sengaja mau stock ikan untuk beberapa hari. Kalau aku pribadi, untuk ikan lebih suka yang segar, kalaupun mau nyetok paling lama untuk 3hari. Masyarakat disini memang suka dengan ikan segar jadi banyak Opa-opa tukang ikan yang berlalu lalang di depan rumah, di jalan juga banyak yang menggelar meja untuk jualan ikan segar. Jadi walaupun enggak nyetok pun saat pulang kerja bisa mampir di lapak mereka.

Salah satu olahan ikan segar, yang nge-trend disini adalah sate tuna. Aku sebenarnya enggak tertarik mencoba, kayaknya sih biasa saja. Paling juga rasanya begitu saja. Sampai salah satu teman kantor yang mau nraktir makan siang mengajak makan sate tuna. Langsung deh aku tertarik, kenapa??? yup betul karena ditraktirrrr hahahaha,
Dan ternyata sodara-sodara.....
Sate Tuna ituuuu... enak banget, pakai sekali huhuhu, nyesel enggak dari dulu tahunya. 
Kita makan di Rumah Makan Ratu, tempatnya dekat dengan laut, seberang jalannya udah laut begitu lah. Terus kita pesan Sate Tuna komplit. Menunya Sate Tuna, Cah kangkung, sambal roa dan nasi putih. Nikmat sekali, sambil menikmati hidangan, ngerumpi dan hembusan angin laut yang sepoi-sepoi. Bayangkan.... pasti ingin juga kan?? :)


Cah Kangkung ala Gorontalo, banyak batangnya :)


Sate Tuna... awas kehabisan :)


Sambal Roa.. nendang pedasnyaaaa..

Cah Kangkung ala Gorontalo itu banyak sekali batangnya, padahal aku suka daunnya. Tapi tetap enak kok. Terus makan satenya dicampur dengan sambal roa yang dicampur kecap sendiri. Ini optional sih.. karena orang sini itu suka sekali pedas, jadi kalau enggak dicampur kecap pedesss banget. Sambal Roa itu sebenarnya sambal biasa, tapi diberi campuran ikan roa yang sudah diasap dan ditumbuk halus. Juara pokoknya sambalnya itu. 

Marii Makan :)

Ini laut seberang jalan rumah makannya,

Teruss... karena aku emak yang sayang keluarga ya.. tiap makan enak terbayang deh wajah para soulmate tercintaku di rumah. Akhirnya aku bungkus kan sate tunanya itu. Eh.. mahal ternyata pemirsa.. (Emak pelitt..). Satu tusuk Sate Tuna harganya Rp. 3000,- dan satu tusuk itu isinya tiga potong irisan dadu ikan tuna. Behhh... mahal kan?? Kalau sate ayam dan sate kambing mah lewat harganya hehehe. Apalagi aku bisa loh habis 10 tusuk wahahaha. Jadi... setelah merasakan enaknya sate tuna itu.. aku dan ayah berencana mencoba membuat sendiri. Bumbunya? bumbu nekat hihihiii... Ehhh enggak kalah enak loh ternyata. Enggak susah juga membuatnya, mungkin memang dasarnya Ikan tuna udah enak ya.. jadi bumbu nekat pun masih terasa enaknya. Lumayan selisih harganya dengan memasak sendiri, hemat dan puas mau makan berapa tusuknya hihihi. Kynan juga doyan. Alhamdulillah :). Yang belum pernah nyoba itu bikin sambal roanya hihihi.

Resep Nekat Sate Tuna ala Anak Rantau :
- Potong daging ikan tuna berbentuk dadu
- Lumuri dengan air campuran garam dan bawang putih yang dihaluskan 
- Tusuk berjajar potongan ikan tuna pada tusuk sate
- Diamkan beberapa menit, aku cuma 5menit
- Panggang diatas api, sambil sesekali dibaluri campuran minyak goreng yang ada garamnya dikitt..

*Setahu aku, kalau orang sini, proses membakarnya dengan menggunakan batok kelapa, jadi aromanya beda dan harum sekali, kemudian saat membakar dibaluri dengan minyak kelapa/minyak kampung. Minyak ini adalah minyak kelapa murni yang dibuat tradisional disini, jadi rasanya semakin khas dan nikmat.

Tapi... Resep Nekat ala Anak Rantau juga lumayan kok hehehehe. 

siap mau dibakar :) 

bakarnya diatas kompor saja praktis *emak males :p

yummy... Sate Tuna ala Anak Rantau :)